'cause our friendship is MIRACLE *marcel*lin*hiro*ai*L*

Kamis, 28 Juli 2011

"Berlari untuk Impian kami"

copas dari blog ku http://www.hirochii-hiro.blogspot.com/
hehehe
karna kemarin ngepost soal seveli mengejar impian nya(di blog ku)...sempet kepikiran mau bikin gambarnya..dan hari ini selesai></
BANZAI></ wkwkwkwk
knapa ya aku suka sekali sama tema "Berlari untuk Impian Kami" hahha...
yah...aku harap SEVELI masih tetap berlari bersama untuk impian kami, mungkin saat kami duduk di bangku SMP kami masih punya 1 impian yang sama, tapi setelah kami beranjak dewasa, waktu merubah segalanya. Kami menemukan impian kami masing-masing. meski begitu aku masih berharap bahwa kita masih bisa berlari bersama meski jalan kita berbeda..^^

Sabtu, 18 Juni 2011

PERSAHABATAN

PERSAHABATAN, mungkin ini terdengar gampang tapi nyatanya SUNGGUH SULIT untuk menjalaninya. Persahabatan bukan cuma sekedar pertemanan, yang saat kita kesusahan kita akan di tinggal begitu saja oleh teman kita.
Tidak kah kalian tahu, persahabatan kita dimulai dari awal yang keras. Persaingan, kecemburuan dan hal-hal yang egois. Sudah lebih dari 3 tahun kita membangun sebuah pesahabatan, yang dilandasi oleh sebuah kepercayaan, kesetiaan, saling pengertian. jika begitu sulit kita membangunnya jangan kita hancurkan begitu saja.
Pengertian adalah kuncinya, maaf jika aku egois tapi aku hanya berusaha untuk mengerti kebutuhanmu. Miss comunication adalah salah satu penyebabnya. Jika kamu mencariku kenapa kamu tidak berusaha menghubungi ku? jika kamu rindu akan diri ku kenapa kamu tak berusaha untuk menemuiku? harus kah aku yang memulainya?
Jika aku egois..aku minta maaf, tapi kamu, kalian semua perlu tahu bahwa kalian sangat berarti untuk ku. saat-saat kita tertawa bersama-sama, saat kita berlaku hal-hal yang aneh-aneh dan membuat kita tak bisa berhenti tertawa. Kita masih remaja yang berusia 18 tahun! kita semua masih egois, tapi jangan pernah marah atau pun menyesal dengan persahabatan yang kita telah jalani ini.
Mungkin sebentar lagi kita akan berpisah, meskipun saat SMA kita juga pernah berpisah, tapi yang akan kita hadapi di depan akan lebih sulit dari pada yang telah kita hadapi di masa lalu!
Bisakah kita mempertahankannya? sebuah jalinan persahabatan yang memjunjung rasa pengertian dan kesetiaan.
Aku hanya ingin mendukung mu! Kita saling mendukung, mendukung cita-cita masing-masing, mendukung kehidupan masing-masing, dan mendukung kegiatan masing-masing. Tapi ingatlah jika kamu lelah akan semua itu, masih ada aku di sini yang akan selalu ada untuk kalian. Itulah guna nya seorang SAHABAT.

Minggu, 05 Juni 2011

Part 2

Lee : aaaaarrggggggghhhhhh............
Ryuu : ampun (kaget), iihhhhh... knp sih ?
Lee : cLanaku yg kotak-kotak itu mana Ryuu ?
Ryuu : yg kotak-kotak merah ?
Lee : iiyyhhaaaaa.... (dengan muka agak sedikit cemberut)
Ryuu : hehehehehehe... (garuk-garuk kepaLa) mseh di atas mesin cuci Lee
Lee : APAAAA!!!!! Itu kan mw ak bwa besok, gmn sih ??!!! (kecewa)
Ryuu : maaf, kan kmaren gx sempet cuci, saLah sendiri gx mw nyuci
Lee : itu kan tugasmu, bkan tugasmu !!!
Ryuu : tp kau tau sendiri kmaren ak pLang maLem...
Lee : tugas kan tetap tugas, gx ush ngeLak
Ryuu : apa?!! Tp kan ak cape, kaLian aj dah tidur pas ak puLang
Lee : gx ad aLesan...
Ryuu : terserah, huhhh...
Lee : dasar!!!!!
Mendengar mereka bertengkar Hiro terbangun dari tidurnya.
Hiro : (sambiL kucek-kucek mata) BBRRRIIISSSIIIKKKK!!!!! (dengan nada tinggi) pagi-pagi dah bikin ribut!!!!
Lee : Ryuu tu, masa cLanaku beLum dicuci, huhhh... padahaL mau ak bawa
Ryuu : kenapa ak
Hiro : sudah diem ah!!! saLahmu Lee, kenapa gx dicuci sendiri sudah tau kmaren Ryuu ad acara jg
Lee : tapi itu kan tugas Ryuu
Hiro : hmmm... itu memang tugas Ryuu, tp kan gx ad saLahnya kamu cuci sendiri, sudah tau mw dibawa
Lee : tp kan...
Ryuu : makannya kLo mw di pake tu dicuci sendiri, ak kan beLum tentu isa mencucinya, kamu kan dah tau gmn cara pake mesin cuci
Hiro : iya, jgn manja ah, sna cuci sendiri
Lee : baikLah (merasa kaLah, akhirnya hanya isa nuruti kata-kata hiro)
Hari itu mereka sangat sibuk dengan persiapan untuk ke Hokaido esok, semua dipersiapkan dengan baik.
Ai : ap nih yang kurang ? (bingung)
Hiro : sepertinya sudah Lengkap
Ryuu : yup!
Lee : cLanaku mseh beLum kering (sedih)
Hiro : besok pasti kering, tenang aj (sambiL nepuk-nepuk punggung Lee)
Ryuu : iya, bsok pasti kering (tersenyum)
Lee : smoga (Lesu)
Ai : sebentar, kamera sudah bawa kan ?
Ryuu : oiya, mseh di kamarku (Lari ke kamar kemudian mengambiL kameranya) ini (sambiL menunjukkan kameranya)
Hiro : bagus ! sudah Lengkap kan ?
Lee : sudah, kecuaLi cLanaku
Ai : bgus deh, bsok jgn sampai Lupa Lee
Lee : ak tidak akan Lupa
Ryuu : baikLah, kita tidur yuk sudah maLam
Ai : yuh, ak sudah ngantuk (menguap)
Hiro : ayo tidur
Semua : Oyashumi~
maLam itu mereka semua tidur dengan nyenyak dan mimpi indah...

Selasa, 31 Mei 2011

berjuanglah!

tiga orang anggota Miracle sedang berjuang dalam SNMPTN -seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri- kemarin dan hari ini, makannya gak ada satupun yang ngepost dari kemarin kecuali aku. tiga orang itu adalah Marcel, Rin, dan Hiro. Semuanya sedang berjuang saat ini, dan kebetulan semua ambil SNMPTN IPS -walaupun pada kenyataannya Hiro anak IPA-.
sementara L masih bertapa dan gak kunjung level up. haha..
kukirimkan semangat dan dukungan lewat post ini. GANBATTE, NEECHAN!^^/

Minggu, 29 Mei 2011

Line - Part2

LINE
we are on the same world, same kind of life as human,
why we can not be together as friends?

All’s POV
Para siswa-siswi kelas Universitas –kumpulan anak orang kaya– berdemo di lapangan tengah Horikoshi Gakuen. Lagi-lagi mereka meminta kesetaraan dengan kelas TRAIT. Demo seperti ini memang paling sering dilakukan oleh anak-anak kelas Universitas. Mungkin karena mereka merasa berkuasa dengan uang orang tua mereka. Padahal tidak satupun siswa siswi dari kelompok lain yang memprotes.
Di koridor depan kelas Universitas hanya tersisa dua orang, Rumi dan Eru.
“Apa sih yang mereka lakukan?” tanya Rumi bingung.
“Tidak tahu. Tidak peduli. Yang penting kelas kosong dan aku bisa main game,” jawab Eru.
Rumi geleng-geleng kepala. “Kau ini. Main game terus yang ada dipikiranmu,” katanya.
“Hey, bukankah kalian juga anak kelas Universitas?” tanya seseorang yang tiba-tiba saja ada di dekat mereka.
Rumi dan Eru menoleh dan mendapati sesosok gadis bertubuh tidak terlalu tinggi berdiri didekat mereka. Wajahnya bulat dan rambutnya diikat asal-asalan. Tapi ya…gadis itu cukup imut. Dari seragamnya sepertinya dia anak kelas Olahraga. Lagipula anak itu sedang susahpayah mengangkut seboks besar bola basket di tangannya.
“Ya, kami anak kelas Universitas. Memangnya kenapa?” tanya Rumi balik.
“Kalian tidak ikut…,” kata-katanya terputus, “Seperti mereka?”
Gadis itu menggerak-gerakan matanya ke arah para pendemo. Rumi dan Eru mengikuti arah matanya kemudian menggeleng.
Tiba-tiba seseorang datang sambil mendribble bola basket.
“Tidak perlu ikut campur urusan orang tau! Kerjakan saja tugasmu,” kata seorang gadis yang sedang mendribble bola itu. Perawakannya lebih tinggi dan terlihat seperti anak laki-laki. Rambutnya cepak. Sepertinya dia juga anak kelas Olahraga.
“Kenapa sih? Aku kan hanya ingin tahu,” protes si gadis bertubuh pendek.
“Tidak penting kau tahu?! Sudah ayo cepat,” si gadis tinggi lalu mengambil beberapa bola dari boks si gadis satunya dan membawanya dengan enteng tanpa bantuan alat apapun. Lalu ia berjalan pergi.
“Dasar dingin!” kata si gadis bertubuh pendek yang kemudian mengikuti langkah gadis sebelumnya. Tapi beberapa saat kemudian langkahnya terhenti.
“Eh, hajimemashite! Watashi wa Rin, Yuujirou Rin desu. Aku dari kelas Olahraga. Senang berkenalan dengan kalian. Ngomong-ngomong gadis menyebalkan yang tadi namanya Miyuki. Jangan ambil pusing dengannya. Dia memang selalu marah-marah,” katanya sambil menoleh kea rah Rumi dan  Eru.
Rumi membungkukan badan sekilas. “Ah, hajimemashite. Rumiko desu. Kochira wa Eru desu. Yoroshiku,” katanya membalas perkenalan dari gadis bernama Rin itu.
Gadis itu tersenyum lalu melanjutkan langkahnya kearah gedung Olahraga.
*****

“Apa yang mereka inginkan kali ini?” tanya Kamiki Ryounosuke sambil memperhatikan kelakuan anak-anak kelas Universitas.
Chinen tertawa sinis, “Apa lagi kan? Selalu meminta hal yang sama,” katanya.
“Kasihan sekali sih mereka. Mereka tidak tahu kalau usaha mereka sia-sia?” tambah Yuuto.
“Sepertinya tidak tahu dan tidak pernah putus asa,” jawab Chinen disambung oleh tawa yang lainnya.
“Hey, Yama-chan. Bagaimana menurutmu kalau kelas TRAIT disejajarkan dengan kelompok lain?” tanya Yuuto pada Yamada yang sejak tadi diam di bangkunya.
Yamada menoleh. “Sudah kubilang jangan panggil aku Yama-chan,” katanya seraya bangkit dari kursinya dan mendekati 3 sahabatnya. “Hmm… menurutku tidak masalah sih. Aku tidak peduli,”
“Jawaban yang sangat cool sekali. Selalu begitu,” komentar Yuuto.
“Yamada-kun memang selalu keren kan,” tambah Shida Mirai.
Semuanya menoleh kearah Mirai.
“Hei, hei. Murid perempuan dan laki-laki dilarang berbicara berlebihan satu sama lain kau tau,” protes Yuuto.
“Hei, apakah aku berlebihan?? Lagipula kau yakin tidak ingin mengubah peraturan itu? Tidak ingin mengobrol dengan Mariya-san?” tanyanya balik.
Wajah Yuuto memerah. “Ah, mengapa kau selalu tahu titik lemahku,” katanya sebal.
“Karena titik lemahmu begitu banyak Yuu-kun,” jawab Mirai, “Ah, Yamada-kun. Benarkah kamu tidak peduli?”
Yamada mengangguk.
“Padahal kau tahu, sebagian besar gadis-gadis yang berdemo itu menginginkan kesetaraan dengan siswa TRAIT karena ingin dekat denganmu,” kata Mirai.
“Benarkah?” tanya Chinen antusias, “Kukira Yuuto yang terpopuler,”
“Hei, hei. Aku juga cukup popular. Memang kau tau darimana Mirai?” tanya Yuuto.
“Kelas Universitas bodoh itu yang membuat pollingnya sendiri lalu mempublikasikannya. Benar-benar bodoh bukan?” jawab Mirai. Chinen dan Yuuto ber’ooo’ ria.
“Jadi kau tetap tidak peduli, Yamada-kun? Kau tidak takut diganggu?”
Yamada menggeleng lalu duduk di bangku terdekat, “Tidak peduli. Bukan urusanku,”
“Tenang saja aku tidak akan membiarkannya,” kata Mirai.
“Lakukan sesukamu,” kata Yamada.
“Eh, Mirai-chan,” panggil Chinen yang kemudian berbisik kepadanya, “Kamu dan Yamada sebenarnya punya hubungan apa sih?”
“Tidak ada, tapi akan ada. Lihat saja nanti,” jawabnya.
“Hei, kau ingin melanggar peraturan utama sekolah kita?” tanya Yuuto.
Mirai menoleh pada Yuuto lalu tersenyum penuh arti. “Kau sendiri. Tidak ingin mencoba melanggarnya dengan Mariya-chan?” tanyanya.
Yuuto langsung salting. “Eh, itu… itu,” katanya terbata-bata.
“Susah deh kalau aku mengajak pengecut sepertimu,” kata Mirai dengan pedasnya.
“Hei, hei, apa maksudmu?!” protes Yuuto tidak terima. Tapi mirai sudah keburu pergi.
Kamiki menepuk pundak Yuuto.
“Dia memang selalu dingin. Kau sebagai laki-laki harus mengalahkan yang seperti itu atau kau layak dikatai pengecut,” katanya, tidak membantu.
Chinen ikut mengangguk lalu berkata, “Ya, benar sekali, Yuu-kun”
“Hei, hei! Tidak bisakah kalian membelaku sedikit saja?” protesnya.
*****

Ai berjalan pulang mengikuti arah lorong siswi Horikoshi.
“Hei, Ai-chan. Kau mau ikut dengan kami?” tanya dua orang gadis yang melaluinya, Kiri dan Sei. Mereka berdua adalah siswi kelas Beasiswa, sekelas dengan Ai.
“Ah, kemana?” tanya Ai.
“Ke perbatasan lorong siswa. Kami mau melihat siswa-siswa TRAIT pulang sekolah,” jawab Kiri.
“Ooo..,” Ai menggeleng, “Tidak ah. Aku tidak berminat,”
“Benarkah? Kamu tidak tertarik pada mereka?” tanya Sei.
“Tidak terima kasih,” jawab Ai.
“Ah, sayang sekali ya. Tapi tidak apa. Kalau begitu kami pergi dulu ya,” pamit Kiri.
Mereka lalu melambaikan tangan dan berlari melawan arah langkah Ai. Ai menghembuskan nafas. Kenapa selalu kelas TRAIT, kelas TRAIT, dan kelas TRAIT.
“Ai-chan,” panggil seseorang yang suaranya tidak asing lagi di telinga Ai. Ai menoleh dan mendapati Rin ada disampingnya.
“Ah, Rin. Beruntung kita bertemu di sini. Ini jarang sekali,” kata Ai.
Rin garuk-garuk kepala, “Ah, iya benar sekali. Kelas kita berbeda jadwal 180derajat,” katanya.
Ai tertawa. “Ya, kamu sih masuk kelas Olahraga,” katanya.
“Ah, otakku kan tidak sepintar otakmu. Kamu sih tidak masuk kelas Olahraga,” balasnya.
“Hahaha… Kau tahu sendiri dari kecilpun aku lemah dalam olahraga. Jadi kita memang ditakdirkan masuk kelas masing-masing. Setidaknya bukan di kelas Universitas dan kelas TRAIT bukan?” kata Ai. Mereka meneruskan langkah mereka menuju gerbang.
“Ah, tapi tidak semua anak kelas Universitas menyebalkan seperti yang biasa kita bicarakan lho. Tadi aku bertemu yang sepertinya menyenangkan,” kata Rin.
“Benarkah?” tanya Ai. Rin mengangguk. “Wah, kupikir mereka hanya anak bodoh yang masuk ke sini demi anak-anak TRAIT itu dengan menggunakan uang orangtuanya,”
“Ya mungkin sebagian besar begitu. Tapi ada yang tidak kok,” kata Rin diiringi tawa. “Kau masih tetap saja sinis pada mereka ya?”
Ai tertawa. “Tentu saja. Aku tidak suka pada mereka,” jawabnya.
“Mereka? Atau…Ryosuke?” tanya Rin.
Raut wajah Ai berubah. “Sudahlah  tidak perlu membicarakan itu lagi. Dia sudah lupa pada kita,” kata Ai.
“Tapi kurasa dia tidak akan pernah melupakanmu,” kata Rin.
“Kau gila? Tidak mungkin lah,” bantah Ai. “Sudahlah jangan bahas anak-anak TRAIT. Mendengarnya saja aku malas,”
Rin tertawa. “Baiklah. Sesuai apa katamu. Ah, bagaimana kalau kita mampir kedai Takoyaki paman Juunichi?” usulnya.
Ai mengangguk. “Ayo, ayo! Sudah lama kita tidak ke sana,” jawab Ai setuju.
Mereka berdua pun mempercepat langkah menuju gerbang.
*****

HAppY

Senang sekali di Blog miracle ini....>,,,<
ehe~ banyak sekali yang ingin aku tulis disini..tapi karena keterbatasan kekreatifan jadi maaf ya kalo tulisan saya tidak mutu...huhuhu....T.T
yah tapi blog miracle ini sudah mulai terisi lho...jadi jangan lewatkan untuk membaca blog kami ini....Kami juga mohon kritik dan saran dari kalian..atau juga usulan kira-kira topik apa yang akan diangkat dalam blog ini....hehehe...soal miracle の recipe...recipenya sangat mudah untuk di buat..jadi jangan lupa di coba ya...^^ 
bagian miracle の comics nya juga jangan lupa di baca dan di komentari...selanjutnya..akan tayang komik 4 panel dari saya...(\(^^)/)

My Short Introduction

Moshi-moshi,
this is my short introduction..
Pls enjoy :p

Nick : L / Eru
Birthplace/date : Purwokerto, 10 December 1993
Height : 175cm
Weight : 65kg
Religion : Christian
Hobby : Playing games, reading manga, watching anime..
Fav Singer : Ayumi Hamazaki
Fav Anime : One Piece, Fairy Tail
Fav Game : Audition, O2jam, Ragnarok
Fav Manga : One Piece, Doraemon, Sinchan, Fairy Tail, Cerita Hantu di Sekolah
Fav Movie : Horor
Fav Sport : Swimming
Love : Japan, Anime, Game, Manga, n anything free
Hate : Cockroach

even if im the only one male in this group, im not sissy! Maybe im childish, but my sista never complaint bout it..
Im just ordinary person that try to be xtraordinary..
My Fav word is "everybody is not perfect, but we're all limited edition"

nice 2 knw u all,
Kamsia2 XD

Regard : "L"